Gimana, Sih, Awalnya Instagram Diciptakan? Ternyata Nggak Langsung Sukses, Lho!
- May 14, 2016
-
Dian Ismarani
Sejak diluncurkan di San Fransisco tahun 2010, Instagram telah memiliki lebih dari 400 juta pengguna dari seluruh dunia. Dari angka tersebut, ternyata Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Instagram terbanyak setelah Jepang dan Brasil. Ciyeee, anak Instagram mana suaranyaaa…?
Nggak hanya banyak, pengguna Instagram di Indonesia juga aktif banget. Menurut data dari TNS—perusahaan riset dan analisis dari Inggris—97% pengguna di Indonesia selalu ngasih komen di post akun Instagram yang mereka follow, atau nge-tag teman mereka di kolom komen. 97% pengguna Instagram di Indonesia juga selalu mencari hashtag atau ID untuk tahu detil tentang post atau akun tertentu. Terbukti, deh, orang Indonesia memang #kepomaksimal ya!
Selain itu, 45% pengguna Instagram di Indonesia ngaku pernah membeli barang-barang yang sering mereka lihat di Instagram. Nggak heran kalau beberapa tahun belakangan ini, endorsement di Instagram menjadi sebentuk iklan yang sangat dipertimbangkan.
Tapi, gimana, sih, awalnya Instagram dimulai?
Saya menemukan Infografik menarik soal founder Instagram, Kevin Systrom. Jadi, ceritanya, cowok kelahiran Amerika 32 tahun lalu ini adalah mantan karyawan Google. Kevin keluar dari Google untuk fokus menciptakan Instagramnya, yang berhasil ia selesaikan dalam waktu dua bulan aja.
Awalnya, Kevin yang lulusan Stanford University jurusan Management Science and Engineering ini nggak bisa coding. Tetapi do’i tertarik banget sama dunia per-coding-an, sampai-sampai ia belajar how to code sendiri, setiap malam setelah pulang kerja. Lah kita? Pulang kuliah aja biasanya langsung tepar!
Kevin pun mencoba membuat HTML5 Check-in Prototipe bernama Burbn, dan meminta teman-temannya mencoba hasil karyanya tersebut. Setelah cukup pede, Kevin menawarkan produk buatannya ini ke dua investor, Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz, saat bertemu mereka di sebuah pesta. Ventures dan Horowitz tertarik, lantas bersedia memberikan Kevin investasi sebesar 500,000 dollar Amerika. Kevin pun cabut dari pekerjaannya di Google untuk fokus kepada Burbn.
Nggak lama kemudian, Kevin bertemu dengan Mike Krieger (yang pada akhirnya menjadi co-founder Instagram) di San Francisco. Mereka berdua lalu mengubah HTML5 Check-in Prototipe menjadi aplikasi photo sharing. Awalnya, aplikasi mereka ini nggak oke, gaes, sampai-sampai mereka mengubahnya kembali menjadi Burbn bentuk awal.
Ketika Kevin dan Mike menjadikan Burbn aplikasi untuk iPhone, mereka baru sadar bahwa Burbn punya terlalu banyak fitur, seperti check-in to locations, make plans (future check-ins), earn points for hanging out with friends, post pictures, dan sebagainya. Akhirnya, mereka menghapus semua fitur tersebut, dan benar-benar fokus kepada SATU fitur saja—foto.
Kevin dan Mike kemudian mengganti Burbn dengan nama “Instagram”, yang diambil dari kata "instant" dan "telegram”. Mereka meluncurkan Instagram, dan dalam beberapa jam saja, aplikasi ini LANGSUNG jadi aplikasi foto nomor satu.
The rest, as they say, is history.
(Sumber foto: digitaltrends.com, jakpat.net, dailyinfographic.com)


Kategori
sangat sejalur dengan pemikiran banyak anak muda di negara tercinta kita ini
20 Skills yang Perlu Dikuasai Anak Muda di Tahun 2020 Agar Karier Suksesapakah ada solusi untuk bisa menyelesaikan proposal dengan cepat?
Timeline Pengerjaan Skripsi yang Baik dan Benar, Agar Skripsimu Bisa Selesai Dalam 6 Bulan!kak kalau ini bener ga pil 1 : adm bisnis USU pil 2 : ilmu&teknologi pangan USU
Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama, Kedua, dan Ketiga pada SBMPTNsangat bermanfaat kak
5 Pilihan Jurusan di Bidang Sosial Humaniora dengan Prospek Kerja Paling MenjanjikanDiuniv yang sama universitas tanjungpura
Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama, Kedua, dan Ketiga pada SBMPTN