Atur Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri dengan Model Johari Window, Yuk!
- Apr 02, 2017
- Nadia Fernanda
Sampai saat ini, sudah seberapa kenal kamu dengan diri kamu sendiri, gaes?
Mengenal diri sendiri sangat penting untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki, dan bagaimana cara memanfaatkan dan memperbaikinya agar dapat mencapai kesuksesan. Tapi, ternyata mengenal diri sendiri dari sudut pandang kamu aja belum cukup!
Model Johari Window adalah suatu permodelan yang diperkenalkan oleh Psikolog Joseph Luth dan Harry Ingram pada pertengahan abad ke-20. Fungsinya adalah untuk memudahkan kamu dalam mengenal dan “mengatur” kelebihan dan kekurangan dirimu sendiri untuk dapat mengembangkan diri menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Permodelan ini juga dikenal dengan model disclosure and self-awareness, karena prosesnya yang membutuhkan banyak feedback dari lingkungan sekitar yang berdampak pada kesadaran diri kamu. Permodelan ini awalnya digunakan untuk mempererat relasi dalam tim, namun kini banyak digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan diri dalam dunia kerja serta hubungan interpersonal. Ihiy!
Jadi gimana, sih, cara menggunakan model Johari Window?
Pertama-tama, buatlah tabel seperti di bawah ini.
Kuadran 1 (open area) adalah area yang berisikan sifat-sifat kamu yang diketahui baik oleh kamu maupun orang lain,
Kuadran 2 (blind area) adalah area yang berisikan sifat-sifat kamu yang diketahui oleh orang lain, tapi nggak disadari oleh dirimu sendiri,
Kuadran 3 (hidden area) adalah area yang berisikan sifat-sifat kamu yang selalu kamu perlihatkan kepada orang lain, tapi nggak disadari oleh mereka, dan
Kuadran 4 (unknown area) adalah area yang berisikan sifat-sifat lain yang tidak atau belum kamu miliki, dan tentunya nggak disadari oleh orang lain.
Dengan ini, kamu sudah siap untuk mengisi model Johari Window milik kamu. Pilihlah sifat-sifat yang kamu rasa kamu miliki di diri kamu dari tabel yang ada di bawah ini.
Setelah kamu memilih, mintalah pendapat beberapa orang terdekat kamu untuk melakukan hal yang sama pada diri kamu.
Jika kamu menemukan sifat yang dipilih oleh kamu dan orang lain sama, letakkan sifat tersebut ke dalam open area. Jika kamu menemukan sifat yang dipilih oleh orang lain tapi nggak terpilih oleh kamu, letakkan sifat tersebut ke dalam blind area. Jika kamu menemukan sifat yang kamu pilih tapi nggak dipilih oleh orang lain, letakkan sifat tersebut ke dalam hidden area. Jika sudah selesai, permodelan kamu kira-kira akan berbentuk seperti ini:
Goals dari permodelan ini adalah untuk mendapatkan open area yang seluas-luasnya dan blind area yang sesempit-sempitnya. Ini menunjukkan bahwa kamu sudah memiliki self-awareness yang baik dan dapat mengolah feedback dari lingkungan kamu sebaik mungkin untuk mengembangkan diri kamu. Jika permodelan kamu sesuai dengan deskripsi ini—congratulation!
Tapi… gimana kalau yang terjadi adalah hal yang sebaliknya?
Kalau blind area kamu lebih besar dibandingkan open area, artinya kamu cenderung cuek terhadap lingkungan kamu dan jarang banget bisa menerima feedback dari orang lain terhadap diri kamu sendiri. Hal ini tentunya dapat menghambat kamu untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik. Duh!
Sedangkan jika hidden area kamu yang ukurannya palin besar, artinya kamu terlalu terbuka pada orang lain, bahkan dalam hal kekurangan dan “sisi gelap” kamu. Ini juga nggak baik karena orang lain bisa saja menyalahgunakan sifat-sifat kamu ini sebagai sesuatu yang menghambat kamu dalam mencapai kesuksesan.
Dari sini, kamu bisa mengevaluasi diri dengan mengembangkan sifat-sifat kamu—terutama yang berada pada blind dan hidden area—dan menjadi semakin mawas diri dengan kemampuan yang kamu miliki dan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Ingat, semakin besar open area, maka akan semakin baik!
Eniwei, gimana, sih, caranya untuk “memperbesar” open area kamu? Para psikolog menyarankan agar kamu lebih percaya diri untuk membuka diri kamu terhadap orang lain agar kamu juga bisa mehamain diri kamu lewat sudut pandang mereka. Lalu, kamu juga harus meningkatkan skill komunikasi kamu—terutama kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik—agar dapat memperbaiki segala kekurangan kamu dari feedback yang teman-teman kamu berikan.
Baca juga
Intip 4 Area Kepribadian dan Potensi Dirimu Berdasarkan Teori Johari Window
(sumber gambar: theodysseyonline.com, media.lifehack.org)
gimana? udh wisuda?
Ciri-Ciri Proposal Skripsi yang Baik dan Berkualitas (dan Nggak Bakal Bikin Kamu Dibantai Dosen Penguji)ka mau tanya kalo dari smk keehatan apa bisa ngambil kedokteran hewan?
Mengenal Lebih Dekat Dengan Program Studi Kedokteran HewanKak, ada ga univ yang punya jurusan khusus baking and pastry aja?
5 Program Studi yang Cocok Buat Kamu yang Suka Makanansemangat terusss https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagussemoga selalu bermanfaat kontennya https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagus